Gebyar Nusantara (Genus) yang diadakan Minggu (9/11) lalu merupakan acara
rutin tahunan dari Kementrian Seni dan Budaya BEM KM IPB. Akan tetapi, Fikri
(Teknik Sipil dan Lingkungan 48) selaku ketua pelaksana mengungkapkan ada
beberapa perbedaan rangkaian acara pada Genus tahun ini.
![]() |
| Tarian Gandrung dari Imajatim saat Festival Gebyar Nusantara |
“Tahun ini kita ada karnaval pukul enam sampai sembilan pagi. Selain itu,
kita ada juga kolaborasi nusantara. Kolaborasi nusantara itu perwakilan tiap
Omda (Red: Organisasi Mahasiswa Daerah) datang untuk membuat konsep pagelaran
dan kemudian berlatih bersama-sama,” ujarnya.
Fikri mengaku bahwa jumlah Omda yang berpartisipasi dalam Genus tahun ini
lebih banyak daripada tahun sebelumnya. Namun, total Omda yang tampil di
panggung tahun ini sama dengan tahun lalu.
“Tahun lalu, total Omda yang ikut sebanyak 22 Omda. Tahun ini, tiga dari
total Omda (25 Omda) hanya mengikuti karnaval dan lomba kuliner,” tuturnya.
Tidak hanya karnaval dan kolaborasi nusantara yang merupakan hal baru dari
Genus tahun ini, tetapi juga pengurangan jumlah Omda yang tampil di sesi malam.
Tahun ini hanya ada empat Omda yang tampil di sesi malam, sedangkan tahun lalu
ada enam Omda. Fikri mengungkapkan, pengurangan jumlah penampil sesi malam
dilakukan untuk mengefisienkan waktu, lantaran adanya rangkaian acara baru
yaitu karnaval dan kolaborasi nusantara. Omda yang ingin tampil di sesi malam
pun harus melewati seleksi dari dewan juri.
“Ya, jadi 19 Oktober lalu dewan juri melakukan seleksi terhadap Omda. Juri
menilai penampilan setengah jadi Omda tersebut. Nah, kira-kira Omda mana yang
layak untuk tampil malam. Jadi, tahun ini Omda yang tampil malam adalah IPMM
(Minang), Imajatim, KMHD Bali, dan Ikami Sulsel. Ini soal gengsi sih,”
tutupnya.
Fara Ruby
foto oleh : Ichwanul AM


0 komentar: