Jumat sore (20/12), dengan penjagaan ketat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan ibu negara mengawali kunjungan di Insitut Pertanian Bogor (IPB) dengan melihat berbagai karya inovasi IPB di gedung Andi Hakim Nasution. Kunjungan singkat tersebut dimanfaatkan SBY untuk menyaksikan kontribusi IPB di bidang pertanian untuk pembangunan Indonesia.
Sepuluh tema
strategi riset institusi, program pupuk hayati inovasi IPB dan petani
Indonesia, galur-galur padi karya Departemen Agronomi dan Holtikultura, Sekolah
Peternakan Rakyat, hingga cyber extention
untuk penghubung petani daerah dengan pakar pertanian IPB turut ditampilkan. Tak
ketinggalan juga berbagai produk komersial IPB yang kini sudah dinikmati
masyarakat seperti pepaya kalina, jambu kristal, beras analog dan permen cajuput.
Pada
kesempatan tersebut Prof. Sobir, Kepala Pusat Kajian Holtikultura Tropika
(PKHT) ikut memaparkan mengenai penemuan PKHT dan secara simbolis memberikan
buku Revolusi Orange kepada Presiden RI.
“Buku Revolusi Orange yang
diberikan oleh Profesor Sobir tersebut berisi kajian strategis dan langkah
nyata pengembangan buah-buahan tropis. Sehingga ditargetkan pada tahun 2045,
Indonesia sebagai eksportir terbesar dunia khususnya di bidang holtikultura
yaitu buah dan sayur,” ungkap Rizal Fahreza selaku Staff Khusus Alumni IPB yang
turut menyaksikan prosesi tersebut.
Melihat
berbagai tampilan dan presentasi pada display
tersebut, Rizal menceritakan wajah presiden dan istrinya yang terlihat
senang dan sangat apresiasi dengan inovasi IPB.
“Ini baru IPB. IPB harus maju terus dan nanti
kita duduk bersama,” ucap Rizal menirukan perkataan Presiden SBY dengan
antusias.
Selain
SBY, turut hadir pula Menteri Pertanian,
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,
Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Lingkungan Hidup, kepala Bapenas, Gubernur
Jawa Barat, Bupati Bogor, hingga Rektor
dari universitas lain untuk melihat ruang pameran inovasi IPB ini.
Rona Fauzan Noer


0 komentar: