Oleh
: Rona Fauzan Noer
Sungguh miris, banyak tempat sampah
di IPB berlabel `sampah organik’ dan ‘sampah anorganik’ nampaknya masih belum
disadari maknanya oleh sebagian warga IPB. Aneh memang di tempat institusi
pendidikan sekaliber IPB, setiap harinya masih sering ditemui tempat sampah
organik yang seharusnya berisi sampah-sampah berbahan organik, yaitu sampah yang
dapat mengalami pelapukan dan terurai seperti sampah-sampah bekas makanan,
daun-daunan, kertas, dan lain-lain justru dipenuhi sampah-sampah plastik. Hal
ini dapat kita lihat misalnya di tempat pembuangan sampah daerah dekat LSI, pertigaan
antara CCR dan Fahutan, dan dibeberapa tempat lainnya. Bahkan sampah-sampah plastik
tersebut seringkali melebihi batas muatan tempat sampah yang tersedia. Peristiwa
ini cukup menimbulkan tanda tanya, apakah masih banyak orang di IPB yang masih
belum dapat membedakan fungsi tempat sampah organik dan non-organik? Ataukah
banyak yang sudah tidak peduli dengan permasalahan ini? Ataukah jasa petugas
dan fasilitas kebersihan di IPB kurang memadai sehingga banyak sampah
menggunung di tempat yang tak semestinya dan membuat orang-orang bingung dan terpaksa
membuang seenaknya?
Rasanya tidak mungkin jika banyak warga IPB masih belum paham fungsi
pembedaan tempat sampah organik dan non-organik. Namun jika diperhatikan, ada sebagian
orang menganggap tempat sampah organik dan non-organik itu sama saja sehingga
mereka membuang sampah ditempat sampah yang mana saja, toh mereka berpikir,
walaupun membuang sampah secara terpisah pasti akhirnya dibuang secara
tercampur oleh petugas kebersihannya. Banyak juga warga IPB yang ingin membuat
sampah pada tempatnya namun mereka kebingungan karena tempat sampahnya sendiri
sudah tak fungsi sebagaimana mestinya, jadi terpaksa membuang sembarang.
Mungkin juga semua itu terjadi karena tidak proporsinya jumlah tempat sampah
non organik dan organik di IPB, padahal jumlah pemakaian limbah non-organik
lebih banyak dibanding limbah organik.
Semestinya Institut Pertanian Bogor sebagai perguruan tinggi
terkemuka dengan dedikasi lingkungan yang tinggi dan dekat dengan alam dapat
menjadi contoh bagi perguruan tinggi lainnya khususnya di bidang kebersihan.
Beberapa cara dapat dilakukan segenap warga IPB untuk memperbaiki keaadan ini,
misalnya dengan cara pemberian label oleh pihak terkait pada tempat sampah
organik dan anorganik mengenai keterangan contoh-contoh sampah apa saja yang
bisa dibuang di tempat sampah tersebut, serta sangat diperlukannya kesadaran
yang tinggi dari berbagai pihak.

0 komentar: