Masalah kedelai yang masih menghantui sektor
pertanian di Indonesia kembali dibahas. Kali ini, talk show yang diadakan oleh BEM A, Faperta dalam acara
Semarak Pertanian pada hari Sabtu, 13 Oktober 2012 lalu dimoderatori oleh Ika
Indra S.P, dosen AgriBisnis IPB, dan pemateri Fadel Muhammad, Ketua MAI
(Masyarakat Agribisnis Indonesia) serta Ir. H. Herman Khaerun, wakil ketua DPR
RI komisi IV.
Talkshow yang sangat menarik ini, dihadiri oleh
mahasiswa IPB dari berbagai jurusan, pegawai negeri di bidang pertanian, serta
para siswa dari SMP dan SMA yang ada di Indonesia. Rentetan masalah pertanian
diajukan kepada pemateri secara kritis. Dalam salah satu pertanyaan, tampak
jawaban yang sedikit kontras antara kedua pemateri mengenai baik tidaknya
importir kedelai dari luar. Fadel mengutarakan, bahwa setidaknya harga kedelai
dinaikkan demi menyejahterakan kehidupan para petani kedelai. Sedangkan
menurut Herman, bila harga dinaikkan maka tentu konsumen akan merasa dirugikan.
Hal ini sedikit membuat para peserta bingung. Namun moderator mampu mengonklusi
bahwa yang perlu diperbaiki dari swasembada kedelai ini yaitu; Pasar produk
luar negeri yang diatur,Tata kelola tidak baik /Tidak ada perencanaan pangan,
dan adanya goodwill antara pemerintah dan petani.
Acara talkshow selanjutnya
diisi oleh bapak Prof. Munif Ghulammahdi, penemu teknik budidaya kedelai dan
pemateri dari P.T. Monsanto. Penemuan ini, dilakukan bapak Munif dalam kurun
waktu yang cukup lama di berbagai daerah bersama beberapa mahasiswanya dari
program sarjana maupun pascasarjana. Dalam event ini, juga diadakan expo dari
berbagai usaha pertanian dan peragaan dari sekolah-sekolah yang mengikuti lomba
karya ilmiah.Acara ini diharapkan mampu membantu penyelesaian masalah kedelai
khusunya, dan masalah pertanian di Indonesia umumnya.
Siti Kurnia A – Reporter Magang

0 komentar: