| MEDALI EMAS. Tim PKM-M Triplem Meja Makan Multifungsi mendapat medali emas PIMNAS XXV untuk kelas presentasi, Kamis (12/7) di Sportorium UMY. KK/Tony |
Senyum merekah para kontingen
IPB tak dapat disembunyikan malam itu, Kamis (12/7). Sorak sorai kegembiraan
dan kebanggaan seolah menguak dari jiwa inovator pembangun pertanian Indonesia
ini. Nama IPB terus digaungkan bergabung dengan euforia kemenangan yang
menggema di sportorium UMY.
“Senang. Alhamdulillah. Rasanya usaha keras
kita terbalas dengan manis,” ungkap Nur Khoriyah, anggota tim PKM-M Triplem
Meja Makan Multifungsi yang memperoleh medali emas dalam kelas presentasi.
Jejak awal menuju
perhelatan akbar ini dimulai petang menjelang malam, Sabtu (7/7), di Rektorat
IPB. Sebanyak 31 tim PIMNAS dari IPB memantapkan langkahnya menuju perhelatan
akbar yang diselenggarakan pada 9-12 Juli 2012 itu. Waktu tempuh
Bogor-Yogyakarta melalui jalur darat selama kurang lebih 23 jam tidak
menyurutkan semangat kontingen IPB unjuk inovasi di perhelatan tersebut. Tak jarang terdengar
pula Hymne IPB yang dikumandangkan salah satu tim PIMNAS selama perjalanan
melewati kota bawang, Brebes.
Sugeng
Rawuh―selamat datang―menjadi kata sambutan pertama yang
terpampang di baliho besar di salah satu simpang jalan Kabupaten Bantul,
Yogyakarta. Rangkaian kegiatan PIMNAS XXV telah dipersiapkan panitia PIMNAS XXV
mulai dari registrasi on desk pada 9
Juli 2012 hingga penutupan dan pengumuman pemenang PIMNAS XXV pada 12 Juli
2012.
Saat registrasi on desk¸ beberapa peserta PIMNAS dari IPB
sempat bingung dengan salah satu poin kelengkapan berkas peserta PIMNAS XXV,
yaitu bukti transfer biaya peserta tambahan. Biaya peserta tambahan ini
ditujukan bagi peserta yang tidak mendapat biaya selama PIMNAS dari Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI). Beberapa peserta merasa belum ada
sosialisasi mengenai hal ini, namun sebagian yang lain sudah tahu mengenai ini.
Fitri Arofiati Koordinator
Registrasi PIMNAS XXV menegaskan mengenai hal ini. “DIKTI memang hanya
membiayai tiga orang untuk masing-masing tim PIMNAS XXV, satu atau dua peserta
lain dalam tim itu menggunakan biaya sendiri,” ujarnya. Berdasarkan keterangan
yang berhasil dihimpun, IPB membiayai biaya peserta tambahan tersebut yang
meliputi biaya makan dan penginapan.
Kelas presentasi yang
tersebar di lingkungan Kampus UMY juga mengemuka dengan ragam kendala teknis
yang terpaksa dihadapi beberapa tim dari IPB. Tim PKM-M IPB, Apresiasi Hasil Cipta, Rasa, dan Karsa
Komunitas “Bomber” yang berhasil mendapat medali perunggu dalam kelas
presentasi hampir tidak dapat mempresentasikan PKM nya di depan juri karena compact disc (CD) presentasi yang telah
diserahkan ke panitia PIMNAS hilang, Selasa (10/7). Mereka tidak diperkenankan
memberikan lagi materi presentasinya sehingga harus menunggu hingga esok hari. Esok
harinya, Rabu (11/7), mereka berhasil tampil karena CD-nya telah ditemukan.
Di ruang F7.2-2 UMY, dua
judul PKM-T tim IPB yang seharusnya ikut teracak dalam sistem pemilihan
bergilir tim mana yang akan maju presentasi tidak terlihat saat proses
pengacakan tersebut. “Kemarin sistem random-nya
katanya rusak jadi nama tim IPB tidak ada. Sekarang juga tidak ada, belum
diperbaiki ternyata sistemnya,” ungkap Fahri Amirullah, Rabu (11/7), anggota
tim PKM-T Implementasi Virtual Whiteboard
yang berhasil mengantongi medali perunggu pada kelas poster. Tak bosan
mempertanyakan pada panitia PIMNAS XXV mengenai judul PKM-T tim IPB yang tak
kunjung muncul di layar, menjelang zuhur akhirnya judul PKM-T tersebut terpampang
di layar.
Berbagai kendala yang merintang di permukaan nyatanya tak cukup kuat menghadang senyum haru dan bahagia kontingen IPB saat malam puncak PIMNAS XXV itu. Kerikil kecil yang sempat menghiasi jalan panjang dalam penjurian PIMNAS XXV hingga menduduki tempat kedua di ajang ini berhasil mereka singkirkan ke pinggir jalan.
Nana Rodiana

0 komentar: