Dana
untuk beasiswa Bidik Misi didapat dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)
yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ketika
memasuki pergantian tahun anggaran dari Desember ke Januari, maka proses
'perebusan' dana di DPR menjadi lebih lama. Hal tersebut juga berimbas kepada
dana untuk beasiswa Bidik Misi.
Hal ini
meresahkan para mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi, salah satunya Siska
Erma Lia (KPM48). "Saya kecewa sekali. Rasanya capek nunggu dana nggak
keluar-keluar," ujarnya.
Pada
tahun sebelumnya proses pencairan dana juga mengalami kemacetan selama dua
bulan ketika pergantian tahun anggaran. Namun untuk tahun ini IPB merasa
kemacetan dana yang berlangsung hingga tiga bulan adalah hal yang berat.
Walaupun
demikian, IPB tetap menalangi dana beasiswa selama tiga bulan untuk membantu
para mahasiswa yang hanya bisa mengandalkan dana tersebut untuk kehidupan
sehari-hari.
Bagi
mahasiswa yang merasa belum menerima dana di rekeningnya, Mega Simanjuntak,
Kepala Sub Direktorat bagian Kesejahteraan Mahasiswa, meminta kemakluman,
"Semua sudah kami transfer minggu lalu. Namun jika ada yang belum menerima
harap maklum karena memang butuh proses transfer dari Bank Mandiri ke
BNI,".
Saat ini
dana beasiswa dari Ditjen Dikti telah masuk ke DIPA IPB. Ditmawa menunggu surat
keputusan (SK) dari rektor, baru bisa mengajukan pencairan dana. Ditmawa
mengusahakan agar dana beasiswa Bidik Misi untuk bulan April mendatang keluar
tepat waktu.
Nadia Azka

0 komentar: