Akhir
Januari lalu mahasiswa IPB diresahkan oleh berbagai masalah akademik yang
berhubungan dengan KRS Online. Mulai dari Indeks Prestasi (IP) yang tidak bisa
di akses hingga kuota Supporting Course
yang minus.
Nina,
SKPM 48, mengungkapkan kekesalannya. "Hampir mau nangis karena web KRS
online selalu not-found, padahal udah
dicek berkali-kali,". Tidak hanya itu, ketika Nina mengecek IP untuk kedua
kalinya, nilai yang tertera lebih rendah dari yang sebelumnya. "Meskipun
hanya turun 0.03, itu berharga lho,"
Pihak
Direktorat Komunikasi dan Sistem Informasi (DKSI) mengatakan mereka sudah
memiliki jumlah server yang cukup. Kesulitan sambungan ke web KRS diakibatkan
karena banyaknya mahasiswa yang mengakses situs tersebut di waktu yang sama.
Sementara
itu, Ibu Puji Widartono dari pihak Direktorat Administrasi Pendidikan (Dit. AP)
menjelaskan bahwa penurunan nilai IP disebabkan oleh ketidaksinkronan antara
rumus di KRS dengan Sistem Informasi Manajemen Administrasi Akademik (SIMAK)
IPB.
Beliau
menambahkan kegagalan dalam akses oleh beberapa mahasiswa di KRS Online bisa juga
disebabkan oleh masalah akademik seperti pernah cuti pada semester sebelumnya.
IP juga sengaja tidak ditampilkan pada mahasiswa yang belum melunasi pembayaran
akademik.
Masalah
minusnya SC disebabkan karena kebanyakan mahasiswa selalu terkonsentrasi pada
beberapa matakuliah favorit dari FEM dan FEMA. Isu waiting list SC yang selama ini beredar dibantah tegas oleh pihak
Direktorat Akademik dan Prestasi. "Jika sudah tertera bahwa matakuliah
tersebut minus, tidak seharusnya mahasiswa tetap memasukkannya."
Bagi
mahasiswa yang tidak mendapat SC dan masih ingin mengambil matakuliah SC yang
diinginkan, pihak Direktorat Akademik
dan Prestasi bersedia membantu menghubungi departemen yang bersangkutan. Jika
departemen tersebut bersedia membuka kelas baru yang sesuai dengan kuota
peminat, maka mahasiswa bisa mengambil kelas tersebut. Untuk meluruskan
berbagai masalah yang terjadi, mahasiswa dihimbau untuk langsung menemui pihak Direktorat Akademik dan Prestasi.
Nadia Azka

0 komentar: